Siapa lagi yang harus peduli akan masa depan, kecuali penghuni masa depan itu sendiri. Globa warming, pencemaran, dan berbagai kerusakan pada lingkungan yang terjadi pada masa kini pastinya akan menghadirkan efek yang sangat siginifikan pada bumi di masa kini dan masa depan. Bagaimana akan bicara tentang kualitas hidup, baik pada masa kini dan masa mendatang, jika segala hal yang berhubungan dengannya tidak mulai diperbaiki sejak masa sekarang.
Lantas, apa yang bisa dilakukan jika bicara tentang kualitas hidup? Jawabannya adalah pendidikan lingkungan hidup untuk para penghuni masa depan, yaitu anak‐anak. Kita tidak bisa mengharapkan kepedulian pada lingkungan tumbuh begitu saja, hanya dengan berbagai iklan layanan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan berbagai slogan kosong. Harus ada aksi. Lagi pula kepedulian pada lingkungan hidup saat ini, tidak bisa dilakukan hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan—meskipun kita tidak bisa mengecilkan hal yang satu ini.
Berangkat dari pemikiran itulah Sanggar Rebung Cendani bersama Bamboo Leaf Community hendak merancang berbagai kegiatan pendidikan lingkungan hidup untuk anak (0-18 tahun) yang bernaung di bawah nama
:Environmental Education Centre



2 comments:
“I want my children to understand the world, but not just because the world is fascinating and the human mind is curious. I want them to understand it so that they will be positioned to make it a better place.”
(Howard Gardner 1999:180‐181)
Congratulations..!! what an innovative initiative to lead and guide our kids to understand their world at the present in the future. It is not easy but it is not impossible.
We, the parents, shall also be educated in one or another way as we are the one who will accompany our kids in their journey to fecth the future.
So, I would suggest to involve the parents no matter who and what they are(including the Nanny, Driver, Security Guard - if the kid comes from high end family)
Yohanes Iwan Baskoro
Post a Comment